AS Ajak Negara G7 Bekukan Sumber-sumber Keuangan Iran
Pemerintah Amerika Serikat mengajak negara-negara anggota G7 untuk memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran dengan membekukan berbagai sumber keuangan yang diduga mendukung aktivitas negara tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Washington memperluas rezim sanksi internasional terhadap Teheran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pihaknya ingin negara-negara G7 ikut membantu membatasi jaringan perbankan bayangan Iran, termasuk perusahaan cangkang dan jalur transaksi keuangan yang digunakan untuk menghindari sanksi internasional.
Fokus pada Jaringan Keuangan dan Kripto
AS disebut ingin menargetkan berbagai sumber pendanaan Iran, termasuk aset mata uang kripto dan perusahaan-perusahaan yang dianggap menjadi perantara transaksi keuangan negara tersebut. Pemerintah AS mengklaim program itu bertujuan menghambat aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan dukungan militer dan pengembangan strategis Iran.
Dalam pernyataannya, Bessent juga meminta dukungan negara-negara di Timur Tengah dan Asia untuk membantu membongkar jaringan perbankan tidak resmi yang disebut digunakan Iran dalam menjalankan transaksi lintas negara.
Ketegangan Geopolitik Kian Memanas
Langkah terbaru AS ini muncul di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran, AS, dan sekutunya dalam beberapa bulan terakhir telah memicu kekhawatiran global terkait stabilitas energi dan ekonomi dunia.
Sejumlah lembaga internasional bahkan memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat memengaruhi harga minyak dunia, inflasi global, hingga pertumbuhan ekonomi negara-negara maju.
G7 Dinilai Punya Peran Penting
Negara-negara G7 dianggap memiliki pengaruh besar terhadap sistem keuangan internasional sehingga dukungan mereka dinilai penting dalam memperketat sanksi terhadap Iran. Selain pembekuan aset, koordinasi antarnegara juga diarahkan untuk memantau aliran dana lintas batas dan aktivitas perbankan internasional.
AS berharap tekanan ekonomi yang lebih luas dapat mempersempit ruang gerak Iran dalam mengakses sistem keuangan global.
Dampak terhadap Ekonomi Global
Pengamat menilai langkah pembekuan sumber keuangan Iran berpotensi memperbesar ketidakpastian pasar global, terutama jika ketegangan di Timur Tengah terus meningkat. Jalur perdagangan energi seperti Selat Hormuz juga menjadi perhatian karena berperan penting dalam distribusi minyak dunia.
Jika situasi memburuk, harga energi diperkirakan dapat kembali melonjak dan memicu tekanan inflasi di berbagai negara. Termasuk negara berkembang yang masih bergantung pada impor energi.
