DMAS Kejar Marketing Sales Rp 2 T Armada Jadi 90 Pesawat

Spread the love
Rate this post

GIAA Tambah Armada Jadi 90 Pesawat, DMAS Kejar Marketing Sales Rp 2 T

Jakarta, 27 Februari 2026 — Dua emiten besar di Bursa Efek Indonesia menjadi sorotan pasar modal hari ini setelah laporan terbaru dari masing‑masing perusahaan menunjukkan perkembangan signifikan pada sisi operasional dan pemasaran.


1. GIAA Tambah Armada Operasional Menjadi 90 Pesawat

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (kode saham: GIAA) melaporkan perkembangan penting dalam operasional maskapai setelah melalui proses restrukturisasi yang panjang. Hingga akhir tahun lalu, jumlah armada yang siap terbang telah mencapai 90 pesawat, yang terdiri dari 58 unit Garuda Indonesia dan 32 unit Citilink, anak usaha maskapai tersebut.

Peningkatan jumlah armada ini menjadi bukti bahwa GIAA sedang memperbaiki struktur operasionalnya. Pasca restrukturisasi yang didukung injeksi modal serta shareholder loan dari Danantara Indonesia senilai total sekitar Rp 23,70 triliun. Sinergi ini turut mendongkrak pertumbuhan jumlah penumpang sebesar 10,5% secara tahunan, dengan tingkat keterisian kursi (seat load factor) meningkat menjadi 81%.

Meskipun data operasional menunjukkan peningkatan, tantangan keuangan masih membayangi. Laporan keuangan sembilan bulan pertama 2025 menunjukkan GIAA masih membukukan rugi bersih sebesar US$142,84 juta dan ekuitas yang masih negatif sekitar US$1,50 miliar. Namun, manajemen Danantara menegaskan optimisme bahwa perbaikan kinerja akan mulai terlihat pada tahun 2026 mendatang.

Peningkatan jumlah armada menjadi sorotan karena mencerminkan kepercayaan yang mulai kembali pada maskapai nasional terbesar di Indonesia. Setelah beberapa tahun menghadapi tekanan finansial dan operasional — sekaligus menunjukkan kesiapan GIAA untuk melayani permintaan pasar yang meningkat.


2. DMAS Kejar Target Marketing Sales Rp 2 Triliun

Sementara itu, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan terpadu Kota Deltamas. Memasang target marketing sales atau prapenjualan sebesar Rp 2,08 triliun untuk tahun 2026. Target ini menunjukkan peningkatan signifikan sekitar 30% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Manajemen DMAS menyatakan bahwa permintaan akan lahan industri tetap menjadi tulang punggung pencapaian target tersebut. Dengan pipeline lahan industri sekitar 75 hektare dan lebih dari 70%. Permintaan berasal dari sektor data center — segmen yang terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan kebutuhan teknologi digital.

Selain lahan industri, target Rp 2,08 triliun juga ditopang oleh penjualan segmen komersial dan hunian yang dikembangkan di dalam kawasan Kota Deltamas. Manajemen menilai prospek ekonomi nasional yang stabil serta dukungan kebijakan pemerintah turut memperkuat optimisme dalam mencapai target ini.

DMAS memandang target tersebut sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pengembang kawasan modern terpadu terbesar di Indonesia. Dengan fokus pada industri yang subur dan kebutuhan hunian inklusif.


3. Dampak Berita ke Pasar Modal

Kabar positif dari kedua emiten ini turut mempengaruhi sentimen pasar saham Indonesia. Pada sesi perdagangan Kamis (26/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi namun saham‑saham seperti GIAA dan DMAS. Menjadi sorotan investor karena potensi fundamental jangka panjang masing‑masing perusahaan.


Kesimpulan

  • GIAA berhasil menambah jumlah armada operasionalnya menjadi 90 pesawat pasca restrukturisasi, menunjukkan perbaikan dalam sisi operasional meskipun masih menghadapi tantangan finansial.

  • DMAS menargetkan pencapaian marketing sales lebih dari Rp 2 triliun, didukung kuat oleh permintaan lahan industri, terutama untuk data center.

Kedua perkembangan ini mencerminkan dinamika tertentu dalam pasar modal dan sektor industri serta transportasi di Indonesia. yang perlu dicermati oleh investor dan pelaku pasar dalam beberapa bulan ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *