Gubernur California Bakal Pungut Pajak 100% Dana Gelap Trump
Gubernur California Gavin Newsom mengumumkan rencana untuk mengenakan pajak hingga 100% terhadap dana kompensasi yang dikaitkan dengan pemerintahan Donald Trump. Dana senilai hampir US$ 1,8 miliar itu disebut sebagai “dana gelap” oleh kantor gubernur California.
Kebijakan tersebut memicu perhatian luas karena menyasar pembayaran kepada pihak-pihak yang dianggap menjadi korban dugaan “persenjataan politik” atau penggunaan aparat hukum untuk kepentingan politik di era Trump.
Newsom Sebut Dana Itu Bermasalah
Dalam pernyataannya, Gavin Newsom mengatakan California ingin memungut pajak penuh terhadap warga negara bagian yang menerima pembayaran dari dana tersebut. Ia menilai dana itu kontroversial dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun etika politik.
Dana sebesar US$ 1,776 miliar itu diketahui muncul dari penyelesaian hukum antara Donald Trump dan Internal Revenue Service (IRS) terkait kebocoran laporan pajak Trump beberapa tahun lalu.
Dikaitkan dengan Kasus Kerusuhan Capitol
Kontroversi semakin besar karena sebagian penerima dana disebut berkaitan dengan terdakwa kerusuhan Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021 yang sebelumnya mendapat pengampunan dari Trump.
Sejumlah politisi dari Partai Demokrat maupun Republik mempertanyakan legalitas dan penggunaan dana tersebut. Bahkan beberapa pihak menilai pemberian kompensasi kepada pelaku yang pernah menyerang aparat keamanan tidak masuk akal.
Pemerintah Federal Belum Beri Respons
Hingga kini, Gedung Putih dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana pajak 100% yang diusulkan California. Newsom sendiri juga belum menjelaskan kapan kebijakan itu mulai diterapkan.
Perseteruan politik antara Gavin Newsom dan Donald Trump memang sudah berlangsung lama, terutama terkait isu hukum, imigrasi, hingga kebijakan federal. Rencana pajak ini dipandang sebagai babak baru ketegangan politik antara California dan kubu Trump.
