Indonesia Masih Impor LPG, Segini Jumlahnya
Jakarta – Ketergantungan Indonesia terhadap impor gas LPG (elpiji) masih sangat tinggi. Data terbaru menunjukkan, sebagian besar kebutuhan dalam negeri belum bisa dipenuhi dari produksi sendiri.
Impor Tembus Puluhan Persen
Berdasarkan data Kementerian ESDM, hingga awal 2026, sekitar 83,97% kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari impor.
Angka ini bahkan meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran 80%. Artinya, hanya sebagian kecil kebutuhan LPG yang bisa diproduksi di dalam negeri.
Total Impor Jutaan Ton
Dari sisi volume, Indonesia mengimpor sekitar:
- 6,9 – 7,5 juta ton LPG per tahun
- Bahkan dalam beberapa laporan disebut mencapai sekitar 7,8 juta ton per tahun
Sementara itu, produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar seperempat kebutuhan nasional.
Kebutuhan Terus Meningkat
Konsumsi LPG di Indonesia juga terus naik. Pada 2025–2026, kebutuhan harian mencapai sekitar 25.000–26.000 metrik ton per hari.
Lonjakan ini dipicu oleh:
- Tingginya penggunaan LPG rumah tangga (terutama subsidi 3 kg)
- Pertumbuhan jumlah penduduk
- Minimnya alternatif energi pengganti
Dari Mana Sumber Impor?
Sebagian besar LPG impor Indonesia berasal dari:
- Amerika Serikat (dominan hingga ~70%)
- Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi
- Australia dan beberapa negara lainnya
Pemerintah juga mulai mengalihkan sumber impor untuk mengantisipasi gangguan geopolitik global.
Kenapa Indonesia Masih Impor?
Beberapa faktor utama penyebabnya:
- Produksi dalam negeri masih rendah
- Infrastruktur gas belum merata
- Tingginya konsumsi LPG subsidi
- Transisi energi alternatif masih berjalan lambat
Upaya Pemerintah
Untuk mengurangi ketergantungan impor, pemerintah mulai mendorong:
- Pengembangan DME (gas dari batu bara) sebagai pengganti LPG
- Peningkatan produksi gas dalam negeri
- Diversifikasi sumber energi
Meski berbagai upaya sudah dilakukan, dalam waktu dekat Indonesia masih akan bergantung pada impor LPG. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.