Iran Kenakan Biaya buat Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Spread the love
Rate this post

Iran Kenakan Biaya buat Kapal yang Melintasi Selat Hormuz, Segini Besarnya

https://images.openai.com/static-rsc-4/UZExJ0GEzzM9NyIpyakKsKky5kxgnCHDZ9Ei1Y91AdCLI9qsWhzHBpuk-8gv6FuHXvDpMr4RPTqEl_XTH-OKuU9Nf8zMhZWySAgVMVi2E8AldsqKw3jYWugq_WRwsw1m5pQ6rZ8PyyzIN9rE5MWWmaOECMN2CZQelJC3x8CX_vTFED71rc4GwHfGgqeyjDBP?purpose=fullsize

Jakarta – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dilaporkan mulai mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini langsung menjadi sorotan dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu rute paling vital bagi perdagangan minyak global.

Berdasarkan sejumlah laporan terbaru, biaya yang dikenakan Iran untuk kapal yang ingin melintas bisa mencapai angka yang fantastis.


Biaya Tembus Hingga Rp30 Miliar Lebih

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz harus membayar hingga US$2 juta atau setara sekitar Rp30–32 miliar (kurs saat ini).

Biaya tersebut disebut sebagai “toll” atau semacam pungutan untuk memastikan kapal dapat melintas dengan aman di tengah situasi konflik yang meningkat.

Namun, penting dicatat bahwa tidak semua kapal dikenakan biaya ini. Hanya kapal tertentu—terutama yang dianggap “non-hostile” atau tidak terkait konflik—yang diizinkan lewat setelah memenuhi syarat tertentu.


Skema Baru: “Toll Booth” di Selat Hormuz

Iran disebut-sebut menerapkan sistem baru yang mirip dengan “gerbang tol” di laut. Kapal yang ingin lewat harus:

  • Mendapat izin dari otoritas Iran
  • Memberikan informasi detail kargo dan awak
  • Dalam beberapa kasus, membayar biaya transit

Langkah ini bahkan dijuluki sebagai “Tehran’s tollbooth” oleh sejumlah pengamat internasional.

Selain itu, ada juga laporan bahwa pembayaran bisa dilakukan menggunakan mata uang tertentu seperti yuan China sebagai bagian dari kebijakan baru Iran.


Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Kebijakan ini berdampak besar terhadap pasar global. Selat Hormuz sendiri dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia, sehingga gangguan sekecil apa pun bisa memicu kenaikan harga energi.

Dengan adanya pembatasan dan biaya tinggi:

  • Banyak kapal memilih menunda perjalanan
  • Biaya logistik meningkat
  • Harga minyak dunia ikut melonjak

Bahkan, jumlah kapal yang melintas dilaporkan turun drastis akibat risiko keamanan dan biaya tambahan tersebut.


Tuai Kontroversi Internasional

Kebijakan Iran ini menuai kritik dari berbagai pihak. Sejumlah negara dan pengamat menilai pungutan tersebut berpotensi melanggar hukum internasional, khususnya prinsip “kebebasan navigasi” di jalur laut internasional.

Namun, Iran berdalih bahwa langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di tengah konflik yang sedang berlangsung.


Kesimpulan

Pengenaan biaya hingga sekitar US$2 juta per kapal oleh Iran di Selat Hormuz menjadi perkembangan besar dalam dinamika geopolitik global. Selain berdampak pada industri pelayaran, kebijakan ini juga berpotensi memicu efek domino pada harga energi dunia.

Dengan posisi Selat Hormuz yang sangat strategis, setiap kebijakan baru di wilayah ini akan terus menjadi perhatian utama pasar internasional dan negara-negara yang bergantung pada pasokan energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *