Enam Orang Raup 20 Miliar Usai Taruhan AS Serang Iran Akhir Februari
Jakarta – Enam akun di platform prediksi taruhan Polymarket berhasil meraup keuntungan besar, sekitar US$ 1,2 juta atau setara dengan Rp 20,16 miliar, setelah memasang taruhan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran pada akhir Februari 2026. Hal ini langsung memicu kecurigaan dan sorotan dari berbagai pihak.
Untung Tak Wajar di Tengah Konflik
Taruhan itu dilakukan pada pasar prediksi Polymarket yang memungkinkan orang memasang taruhan finansial terhadap hasil kejadian geopolitik seperti serangan militer. Enam akun tersebut bertaruh bahwa serangan akan terjadi. Dan ketika konflik benar‑benar terjadi pada 28 Februari 2026, taruhan mereka otomatis menang besar.
Menurut data yang dilaporkan oleh analis blockchain, beberapa akun bahkan dibuat baru hanya untuk taruhan itu saja. Dan segera ‘cukup tajam’ menghasilkan keuntungan besar dibandingkan aktivitas sebelumnya di platform.
Sorotan hingga Tekanan Hukum
Keuntungan finansial yang luar biasa ini menarik perhatian pembuat undang‑undang dan pengamat pasar. Beberapa anggota parlemen di Amerika Serikat menyebut hasil taruhan yang terjadi kurang dari 90 menit sebelum serangan sebagai indikasi dugaan informasi orang dalam (insider knowledge), yang bisa menunjukkan bahwa pihak tertentu memanfaatkan informasi rahasia sebelum publik mengetahuinya.
Kritikus menyatakan kondisi tersebut “gila” karena memungkinkan orang memperoleh keuntungan dari kekerasan atau konflik global, sementara regulator belum memiliki aturan yang jelas untuk mengawasi pasar prediksi semacam ini.
Kontroversi Pasar Prediksi
Platform seperti Polymarket kini menjadi pusat kontroversi karena memperbolehkan taruhan terkait perang, perubahan rezim, dan kejadian geopolitik sensitif lainnya. Sebagian pengamat mempertanyakan etika dari sistem ini, karena memungkinkan keuntungan finansial dari tragedi dunia nyata.
Sementara pihak Polymarket berargumen bahwa pasar prediksi bisa membantu memberikan wawasan saat informasi sulit diakses, para legislator mendorong aturan yang lebih ketat atau larangan terhadap jenis taruhan tersebut, guna mencegah potensi manipulasi atau perdagangan atas informasi tidak publik.
